Categories
Uncategorized

Joall Journal Of Applied Linguistics And Literature

Sebuah perpustakaan tentu saja memiliki visi dan misi tertentu dalam melakukan seluruh kegiatan dan bahan pustaka yang dimilikinya. Istilah Perpustakaan Dijital sendiri memiliki arti yang luas dalam pengelolaan koleksi suatu perpustakaan. Proses yang dilalui tidak hanya mengubah bentuk koleksi tercetak ke dalam bentuk elektronik tetapi juga penggunaan software-software yang banyak ditawarkan untuk memanfaatkan secara maksimal hasil pengalihmediaan koleksi tersebut untuk pelayanan kepada masyarakat luas. Seluruh proses kegiatan tersebut saling berhubungan dalam pengembangan sebuah Perpustakaan Dijital. Grey literature yang telah didata pada pangkalan information pengolahan kemudian dialihmediakan ke dalam format dijital. Untuk bahan pustaka yang berbentuk tercetak dapat dilakukan dengan melakukan scanning dan menyimpannya sesuai format yang telah ditetapkan.

Kegiatan Jelajah Literatur yang diselenggarakan di Perpustakaan Proklamator Bung Karno juga dinilai tepat. Karena peserta yang berhasil mengikuti final dapat membaca buku karya Bung Karno sehingga bisa menjadi spirit generasi milenial untuk menggaungkan nilai-nilai kepahlawanan. Wakil Walikota, sekaligus Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Blitar, Tjutjuk Sunario mengatakan bahwa jelajah litelatur ini penting bagi generasi milenial. Sebab kegiatan tersebut dapat meningkatkan pengetahuan umum dan membentuk generasi milenial yang berwawasan luas.

Hal ini agar hasil yang nantinya tampil pada pangkalan knowledge dapat terbaca dengan baik oleh pemustaka. Pengeditan juga dilakukan dengan memberikan water mark tertentu dan safety sebagai tanda bahwa bahan pustaka tersebut milik perpustakaan tertentu dan untuk mendapatkan fulltext grey literature yang diinginkan. Setelah melakukan inventarisasi bahan pustaka, maka pustakawan kemudian melakukan pengolahan sesuai standar perpustakaan, yaitu menentukan nomor klasifikasi, membuat information bibliografi, memasukan data bibliografi lengkap dengan nomor klasifikasi ke dalam pangkalan data pengolahan, menentukan kata kunci, subyek, membuat abstrak dan memasukan information lainnya sesuai dengan format dalam pangkalan knowledge yang telah dibuat. Perpustakaan digital merupakan pengembangan perpustakaan tradisional yang memiliki koleksi dijital dan koleksi tradisional baik dalam bentuk tercetak maupun elektronik the digital.

Bila kita mencermati maka kita akan menemukan bahwa banyak sekali grey literature yang dihasilkan oleh lembaga-lembaga pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat dan organisasi bisnis yang tidak tersimpan dan terolah dengan baik seakan-akan grey literature tersebut bukan merupakan kekayaan intelektual yang penting untuk kelanjutan kegiatan lembaga tersebut dan kegiatan masyarakat luas. Layanan seleksi biasanya diberikan sesuai dengan permintaan penelusuran mengenai suatu bidang atau subyek penelitian tertentu yang dibutuhkan pemustaka sehubungan dengan gray literature yang dimiliki perpustakaan. Grey Literature yang dihasilkan oleh suatu lembaga pemerintah, organisasi profesional, pusat-pusat penelitian, universitas, lembaga masyarakat, kelompok khusus dan asosiasi serta perkumpulan masyarakat yang memiliki tujuan untuk menyebarluaskan informasi terbaru kepada masyarakat luas. Hasil dari scanning gray literature yang belum bersih dan rapi memerlukan tahap pengeditan.

Disertasi merupakan penulisan ilmiah tingkat tinggi yang biasanya ditulis untuk mendapatkan gelar doktor falsafah (Ph.D). Disertasi berisi fakta berupa penemuan dari penulis itu sendiri berdasarkan metode dan analisis yang dapat dipertahankan kebenarannya. Dapat diartikan sebagai uraian tentang teori, temuan, dan bahan penelitian lainnya yang diperoleh dari bahan acuan untuk dijadikan landasan kegiatan penelitian untuk menyusun kerangka pemikiran yang jelas dari perumusan masalah yang ingin diteliti. Paper yang dipublikasikan dalam jurnal nasional dan internasional baik dari pihak pemerintah, perguruan tinggi maupun swasta.

Menunjukkan bahwa penulis memahami space penelitian dan mengetahui isu-isu utama penelitian, serta bahwa peneliti memiliki kompetensi, kemampuan, dan latar belakang yang pas dengan penelitiannya. Sekali lagi, kita mereview literatur untuk mengetahui bagaimana penelitian kita memberi kontribusi keilmuan nantinya. Literature Review merupakan analisa kritis dari penelitian yang sedang dilakukan terhadap topik khusus atau berupa pertanyaan terhadap suatu bagian dari keilmuan. Literature evaluation yang baik haruslah bersifat relevan, mutakhir , dan memadai.

Di perpustakaan dijital bahan pustaka ini dialihmediakan dalam bentuk format dijital agar dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pemustaka. Penelusuran kembali gray literature tidaklah semudah yang diperkirakan pustakawan karena banyak grey literature yang belum diolah dan disimpan dengan benar. Para peneliti dan penulis gray literature masih banyak yang menganggap bahwa biaya penerbitan suatu hasil karya ilmiah sangat mahal sehingga mereka menyebarluaskannya melalui jejaring antar mereka, baik dalam bentuk Desk-top publishing packages atau Adobe® Acrobat Portable Document Files . Dengan demikian maka dapat mengurangi biaya penerbitan dan percetakan, namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu menjaga agar informasi yang ada dalam web site selalu terkini, diindeks dengan baik dan dapat ditelusur. Untuk itu maka diperlukan bantuan pustakawan dan perpustakaan dijital untuk dapat mengolah dan mempublikasikan gray literature yang telah dihasilkan oleh para peneliti, pengambil keputusan dan penulis lainnya agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Menurut Sakaguchi, bentuk dan karakteristik gray literature adalah memiliki format yang tidak standar, penyebarluasan informasi yang dikandungnya tidak konvensional, tidak ada kontrol bibliografi, siklus penggunaanya hanya sebentar .

Untuk negara Indonesia, hal ini dapat dilakukan antara perpustakaan-perpustakaan yang ada di bawah koordinasi Perpustakaan Nasional sebagai pembina seluruh perpustakaan di Indonesia. Hal ini dapat disebabkan karena tidak adanya kepercayaan antar lembaga untuk saling berbagi sumber informasi. Perpustakaan Dijital Perpustakaan ini merupakan pengembangan dari perpustakaan modern dan perpustakaan elektronik.

Perpustakaan dijital yang melakukan publikasi hasil penelitian ilmiahnya membuat pemustaka dapat menemukan informasi tersebut secara cepat, tepat dan akurat serta lengkap dengan teks yang dapat dibaca oleh pemustaka. Kemudahan dan kecepatan tersebut membuktikan bahwa perpustakaan dapat menjadi tempat pencarian informasi nomor satu di dunia. Masyarakat umum dan pemustaka khususnya menemui kesulitan mendapatkan kembali grey literature yang telah diterbitkan. Hal ini tentu saja tidak mendukung Undang-undang RI nomor 14 tahun 2007 mengenai Keterbukaan Informasi Publik, Undang-undang RI Nomor 4 tahun 1990 tentang serah terima karya cetak dan karya rekam dan Keputusan Kementrian Riset dan Teknologi Nomor.forty four /M/Kp/III/2000 tentang Penyampaian Literature Kelabu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Layanan ini dilakukan melalui sarana penelusuran online yang disediakan perpustakaan.

Menyiapkan pangkalan knowledge sesuai standar perpustakaan dijital. Dengan memanfaatkan gray literature maka para peneliti akan dapat menemukan kesimpulan- kesimpulan penelitian ilmiah, fakta-fakta ilmiah, statistik, dan data-data lain mengenai penelitian ilmiah yang diperlukan. Melalui mata kuliah ini diharapkan pembaca, khususnya mahasiswa S1 Pendidikan Bahasa Inggris memiliki kemampuan menyimak pada level intermediate. Tugas antara lain menetapkan kebijakan nasional, kebijakan umum, dan kebijakan teknis pengelolaan perpustakaan, serta membina kerja sama dalam pengelolaan berbagai jenis perpustakaan, dan bertanggungjawab mengembangkan koleksi nasional yang memfasilitasi terwujudnya masyarakat pembelajar sepanjang hayat dan untuk melestarikan hasil budaya bangsa (Undang-Undang. Republik Indonesia Nomor forty three tahun 2007, pasal21). Evaluasi juga dilakukan pada pangkalan knowledge oleh pustakawan dan tim IT.

Categories
Uncategorized

Jambura Journal Of Linguistics And Literature

Di perpustakaan dijital bahan pustaka ini dialihmediakan dalam bentuk format dijital agar dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pemustaka. Penelusuran kembali gray literature tidaklah semudah yang diperkirakan pustakawan karena banyak gray literature yang belum diolah dan disimpan dengan benar. Para peneliti dan penulis gray literature masih banyak yang menganggap bahwa biaya penerbitan suatu hasil karya ilmiah sangat mahal sehingga mereka menyebarluaskannya melalui jejaring antar mereka, baik dalam bentuk Desk-top publishing packages atau Adobe® Acrobat Portable Document Files . Dengan demikian maka dapat mengurangi biaya penerbitan dan percetakan, namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu menjaga agar informasi yang ada dalam web site selalu terkini, diindeks dengan baik dan dapat ditelusur. Untuk itu maka diperlukan bantuan pustakawan dan perpustakaan dijital untuk dapat mengolah dan mempublikasikan grey literature yang telah dihasilkan oleh para peneliti, pengambil keputusan dan penulis lainnya agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Menurut Sakaguchi, bentuk dan karakteristik gray literature adalah memiliki format yang tidak standar, penyebarluasan informasi yang dikandungnya tidak konvensional, tidak ada kontrol bibliografi, siklus penggunaanya hanya sebentar .

Hal ini karena pustakawan merupakan pemakai pangkalan data sehingga pangkalan data tersebut diharapkan consumer pleasant dan dapat memaksimalkan pekerjaan pustakawan. Kegiatan utama Mata Kuliah ini adalah membaca dan membahas sejarah perkembangan Amerika sejak koloni pertama hingga abad ke-19. Dalam mata kuliah ini mahasiswa juga dituntut untuk menyajikan penafsiran dan kritik atas gejala-gejala kesusastraan Amerika pra-1865 secara kreatif dan akademik dalam berbagai wahana dari tulisan akademik, laman maya, movie, sajian dwimatra, maupun sajian trimatra. Internet merupakan sarana penting dalam menyebarluaskan dan menemukan kembali gray literature tentang bidang tertentu. Perpustakaan Elektronik Perpustakaan Elektronik merupakan sebuah perpustakaan yang memiliki koleksi berupa bahan pustaka elektronik dan bahan pustaka yang memerlukan perangkat elektronik untuk menggunakannya, misal kaset video. “Ideology In Children’s Literature, Re-Reading The Giving Tree” materi yang disampaikan oleh Prof. Laura Apol dari Michigan State University, Amerika didampingi oleh Miss Isabella sebagai translator sekaligus penyelaras budaya, bertempat di Ruang Pertemuan Gedung Sugeng Mardiyono Pascasarjana UNY. Pada kegiatan ini, Wadir II Pascasarjana, Dr. Dra Widyastuti Purbani, M.A selaku moderator yang memandu kegiatan.

Jenis perpustakaan ini telah mengubah sebagian atau seluruh bahan pustaka tercetak yang dimilikinya ke dalam bentuk file elektronik. Melakukan alih media gray literature tercetak ke dalam bentuk dijital. Sebelum membuat sebuah Perpustakaan Dijital, maka suatu perpustakaan harus mengumpulkan terlebih dahulu seluruh bahan pustaka yang akan dialihmediakan ke bentuk elektronik dan seluruh bahan pustaka yang telah berbentuk elektronik untuk disesuaikan formatnya agar dapat dibaca dan dimanfaatkan melalui sarana Perpustakaan Dijital . Perkembangan kerjasama perpustakaan dijital pada masa sekarang ini telah menunjukkan hasil yang baik. Semakin banyak forum-forum perpustakaan yang telah terbentuk dan semakin banyaknya homepage perpustakaan yang bermunculan di dunia maya dengan menyediakan fasilitas koleksi dijital.

Jenis gray literature terdiri dari tesis, disertasi, hasil sensus, pangkalan information hasil penelitian, komunikasi casual misal rapat, prosiding dan abstrak penelitian, newletter, laporan penelitian, laporan teknis dan hasil terjemahan. Sebuah perpustakaan tentu saja memiliki banyak jenis koleksi. Salah satu jenis koleksi yang dimiliki perpustakaan adalah gray literature. Istilah grey literature dapat diterjemahkan dalam istilah literatur kelabu, namun dalam makalah ini penulis akan menggunakan istilah gray literature. Hal ini karena istilah “grey” dalam gray literature memiliki banyak hubungan dengan sel abu-abu dalam otak manusia yang berarti memiliki kekayaan intelektual yang tinggi dan siginifikan untuk penelitian dan pengembangan dalam berbagai subyek penelitian .

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa program studi S2 dan S3 Pendidikan Dasar Universitas Negeri Yogyakarta serta mahasiswa S1 Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Negeri Yogyakarta. Sumber-sumber penelitian tersebut akan sangat membantu bila didukung dengan pengetahuan tentang topik yang akan dikaji. Karena sumber-sumber tersebut akan memberikan berbagai macam gambaran tentang ringkasan dari beberapa penelitian terdahulu. Perpustakaan Tradisional Perpustakaan tradisional merupakan perpustakaan yang mengolah bahan pustaka dan memberikan layanan terbatas. Bahan pustaka hanya dicatat dan disimpan dalam rak tanpa dibuatkan katalog. Pelayanan perpustakaan ini hanya sebatas mencatat peminjaman dan pengembalian bahan pustaka.

Sebuah perpustakaan tentu saja memiliki visi dan misi tertentu dalam melakukan seluruh kegiatan dan bahan pustaka yang dimilikinya. Istilah Perpustakaan Dijital sendiri memiliki arti yang luas dalam pengelolaan koleksi suatu perpustakaan. Proses yang dilalui tidak hanya mengubah bentuk koleksi tercetak ke dalam bentuk elektronik tetapi juga penggunaan software-software yang banyak ditawarkan untuk memanfaatkan secara maksimal hasil pengalihmediaan koleksi tersebut untuk pelayanan kepada masyarakat luas. Seluruh proses kegiatan tersebut saling berhubungan dalam pengembangan sebuah Perpustakaan Dijital. Grey literature yang telah didata pada pangkalan information pengolahan kemudian dialihmediakan ke dalam format dijital. Untuk bahan pustaka yang berbentuk tercetak dapat dilakukan dengan melakukan scanning dan menyimpannya sesuai format yang telah ditetapkan.

Disertasi merupakan penulisan ilmiah tingkat tinggi yang biasanya ditulis untuk mendapatkan gelar doktor falsafah (Ph.D). Disertasi berisi fakta berupa penemuan dari penulis itu sendiri berdasarkan metode dan analisis yang dapat dipertahankan kebenarannya. Dapat diartikan sebagai uraian tentang teori, temuan, dan bahan penelitian lainnya yang diperoleh dari bahan acuan untuk dijadikan landasan kegiatan penelitian untuk menyusun kerangka pemikiran yang jelas dari perumusan masalah yang ingin diteliti. Paper yang dipublikasikan dalam jurnal nasional dan internasional baik dari pihak pemerintah, perguruan tinggi maupun swasta.

Permasalahan yang diangkat harus ditulis dengan lengkap dan tepat. Mengintegrasikan dan menyimpulkan hal-hal yang diketahui dalam area penelitian tersebut. Adapun urutan pemenang sebagai berikut, Juara I dan II dari FKG Universitas Airlangga, serta Juara 3 dari USK. Sedangkan untuk cabang lomba Dental Quiz, tim FKG USK yang diwakili oleh Fitrihanna, Raihan Khaira Syakila, dan Zelinda Alrahmi Talsa berhasil masuk sampai babak semifinal.

Para pemustaka dari berbagai tempat dapat mengambil informasi yang diperlukan tanpa harus datang ke perpustakaan. Biasanya pemustaka diwajibkan mendaftar terlebih dahulu ke perpustakaan yang akan diambil information elektroniknya. Hal ini bermanfaat bagi perpustakaan untuk membuat statistik pemanfaatan bahan pustaka dan menyeleksi bahan pustaka mana yang dapat diakses secara bebas dan bahan pustaka apa saja yang bersifat tertutup bagi masyarakat luas atau rahasia organisasi. Pustakawan dapat melakukan uji coba penelusuran kembali gray literature yang telah lengkap teks dan knowledge bibliografinya melalui katalog perpustakaan. Kegiatan ini untuk melakukan evaluasi penelusuran dan hasil penelusuran yang dapat diakses oleh pemustaka. Pengumpulan dan pendataan grey literature yang terdapat di sebuah negara dapat dilakukan dengan membentuk simpul jejaring nasional.

Categories
Uncategorized

Survey Of Yankee Literature Program Studi Sastra Inggris

Menyiapkan pangkalan information sesuai standar perpustakaan dijital. Dengan memanfaatkan gray literature maka para peneliti akan dapat menemukan kesimpulan- kesimpulan penelitian ilmiah, fakta-fakta ilmiah, statistik, dan data-data lain mengenai penelitian ilmiah yang diperlukan. Melalui mata kuliah ini diharapkan pembaca, khususnya mahasiswa S1 Pendidikan Bahasa Inggris memiliki kemampuan menyimak pada level intermediate. Tugas antara lain menetapkan kebijakan nasional, kebijakan umum, dan kebijakan teknis pengelolaan perpustakaan, serta membina kerja sama dalam pengelolaan berbagai jenis perpustakaan, dan bertanggungjawab mengembangkan koleksi nasional yang memfasilitasi terwujudnya masyarakat pembelajar sepanjang hayat dan untuk melestarikan hasil budaya bangsa (Undang-Undang. Republik Indonesia Nomor 43 tahun 2007, pasal21). Evaluasi juga dilakukan pada pangkalan information oleh pustakawan dan tim IT.

Perpustakaan dijital yang melakukan publikasi hasil penelitian ilmiahnya membuat pemustaka dapat menemukan informasi tersebut secara cepat, tepat dan akurat serta lengkap dengan teks yang dapat dibaca oleh pemustaka. Kemudahan dan kecepatan tersebut membuktikan bahwa perpustakaan dapat menjadi tempat pencarian informasi nomor satu di dunia. Masyarakat umum dan pemustaka khususnya menemui kesulitan mendapatkan kembali grey literature yang telah diterbitkan. Hal ini tentu saja tidak mendukung Undang-undang RI nomor 14 tahun 2007 mengenai Keterbukaan Informasi Publik, Undang-undang RI Nomor four tahun 1990 tentang serah terima karya cetak dan karya rekam dan Keputusan Kementrian Riset dan Teknologi Nomor.44 /M/Kp/III/2000 tentang Penyampaian Literature Kelabu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Layanan ini dilakukan melalui sarana penelusuran on-line yang disediakan perpustakaan.

Menunjukkan bahwa penulis memahami area penelitian dan mengetahui isu-isu utama penelitian, serta bahwa peneliti memiliki kompetensi, kemampuan, dan latar belakang yang pas dengan penelitiannya. Sekali lagi, kita mereview literatur untuk mengetahui bagaimana penelitian kita memberi kontribusi keilmuan nantinya. Literature Review merupakan analisa kritis dari penelitian yang sedang dilakukan terhadap topik khusus atau berupa pertanyaan terhadap suatu bagian dari keilmuan. Literature evaluation yang baik haruslah bersifat relevan, mutakhir , dan memadai.

Bila kita mencermati maka kita akan menemukan bahwa banyak sekali grey literature yang dihasilkan oleh lembaga-lembaga pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat dan organisasi bisnis yang tidak tersimpan dan terolah dengan baik seakan-akan gray literature tersebut bukan merupakan kekayaan intelektual yang penting untuk kelanjutan kegiatan lembaga tersebut dan kegiatan masyarakat luas. Layanan seleksi biasanya diberikan sesuai dengan permintaan penelusuran mengenai suatu bidang atau subyek penelitian tertentu yang dibutuhkan pemustaka sehubungan dengan gray literature yang dimiliki perpustakaan. Grey Literature yang dihasilkan oleh suatu lembaga pemerintah, organisasi profesional, pusat-pusat penelitian, universitas, lembaga masyarakat, kelompok khusus dan asosiasi serta perkumpulan masyarakat yang memiliki tujuan untuk menyebarluaskan informasi terbaru kepada masyarakat luas. Hasil dari scanning gray literature yang belum bersih dan rapi memerlukan tahap pengeditan.

Kegiatan Jelajah Literatur yang diselenggarakan di Perpustakaan Proklamator Bung Karno juga dinilai tepat. Karena peserta yang berhasil mengikuti ultimate dapat membaca buku karya Bung Karno sehingga bisa menjadi spirit generasi milenial untuk menggaungkan nilai-nilai kepahlawanan. Wakil Walikota, sekaligus Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Blitar, Tjutjuk Sunario mengatakan bahwa jelajah litelatur ini penting bagi generasi milenial. Sebab kegiatan tersebut dapat meningkatkan pengetahuan umum dan membentuk generasi milenial yang berwawasan luas.

Categories
Uncategorized

The 10th Nationwide On-line Seminar On Linguistics, Language Educating And Literature

Para pemustaka dari berbagai tempat dapat mengambil informasi yang diperlukan tanpa harus datang ke perpustakaan. Biasanya pemustaka diwajibkan mendaftar terlebih dahulu ke perpustakaan yang akan diambil information elektroniknya. Hal ini bermanfaat bagi perpustakaan untuk membuat statistik pemanfaatan bahan pustaka dan menyeleksi bahan pustaka mana yang dapat diakses secara bebas dan bahan pustaka apa saja yang bersifat tertutup bagi masyarakat luas atau rahasia organisasi. Pustakawan dapat melakukan uji coba penelusuran kembali gray literature yang telah lengkap teks dan knowledge bibliografinya melalui katalog perpustakaan. Kegiatan ini untuk melakukan evaluasi penelusuran dan hasil penelusuran yang dapat diakses oleh pemustaka. Pengumpulan dan pendataan grey literature yang terdapat di sebuah negara dapat dilakukan dengan membentuk simpul jejaring nasional.

Hal ini karena pustakawan merupakan pemakai pangkalan information sehingga pangkalan information tersebut diharapkan consumer friendly dan dapat memaksimalkan pekerjaan pustakawan. Kegiatan utama Mata Kuliah ini adalah membaca dan membahas sejarah perkembangan Amerika sejak koloni pertama hingga abad ke-19. Dalam mata kuliah ini mahasiswa juga dituntut untuk menyajikan penafsiran dan kritik atas gejala-gejala kesusastraan Amerika pra-1865 secara kreatif dan akademik dalam berbagai wahana dari tulisan akademik, laman maya, film, sajian dwimatra, maupun sajian trimatra. Internet merupakan sarana penting dalam menyebarluaskan dan menemukan kembali grey literature tentang bidang tertentu. Perpustakaan Elektronik Perpustakaan Elektronik merupakan sebuah perpustakaan yang memiliki koleksi berupa bahan pustaka elektronik dan bahan pustaka yang memerlukan perangkat elektronik untuk menggunakannya, misal kaset video. “Ideology In Children’s Literature, Re-Reading The Giving Tree” materi yang disampaikan oleh Prof. Laura Apol dari Michigan State University, Amerika didampingi oleh Miss Isabella sebagai translator sekaligus penyelaras budaya, bertempat di Ruang Pertemuan Gedung Sugeng Mardiyono Pascasarjana UNY. Pada kegiatan ini, Wadir II Pascasarjana, Dr. Dra Widyastuti Purbani, M.A selaku moderator yang memandu kegiatan.

Jenis gray literature terdiri dari tesis, disertasi, hasil sensus, pangkalan knowledge hasil penelitian, komunikasi informal misal rapat, prosiding dan abstrak penelitian, newletter, laporan penelitian, laporan teknis dan hasil terjemahan. Sebuah perpustakaan tentu saja memiliki banyak jenis koleksi. Salah satu jenis koleksi yang dimiliki perpustakaan adalah grey literature. Istilah gray literature dapat diterjemahkan dalam istilah literatur kelabu, namun dalam makalah ini penulis akan menggunakan istilah gray literature. Hal ini karena istilah “gray” dalam gray literature memiliki banyak hubungan dengan sel abu-abu dalam otak manusia yang berarti memiliki kekayaan intelektual yang tinggi dan siginifikan untuk penelitian dan pengembangan dalam berbagai subyek penelitian .

Permasalahan yang diangkat harus ditulis dengan lengkap dan tepat. Mengintegrasikan dan menyimpulkan hal-hal yang diketahui dalam space penelitian tersebut. Adapun urutan pemenang sebagai berikut, Juara I dan II dari FKG Universitas Airlangga, serta Juara 3 dari USK. Sedangkan untuk cabang lomba Dental Quiz, tim FKG USK yang diwakili oleh Fitrihanna, Raihan Khaira Syakila, dan Zelinda Alrahmi Talsa berhasil masuk sampai babak semifinal.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa program studi S2 dan S3 Pendidikan Dasar Universitas Negeri Yogyakarta serta mahasiswa S1 Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Negeri Yogyakarta. Sumber-sumber penelitian tersebut akan sangat membantu bila didukung dengan pengetahuan tentang topik yang akan dikaji. Karena sumber-sumber tersebut akan memberikan berbagai macam gambaran tentang ringkasan dari beberapa penelitian terdahulu. Perpustakaan Tradisional Perpustakaan tradisional merupakan perpustakaan yang mengolah bahan pustaka dan memberikan layanan terbatas. Bahan pustaka hanya dicatat dan disimpan dalam rak tanpa dibuatkan katalog. Pelayanan perpustakaan ini hanya sebatas mencatat peminjaman dan pengembalian bahan pustaka.

Untuk negara Indonesia, hal ini dapat dilakukan antara perpustakaan-perpustakaan yang ada di bawah koordinasi Perpustakaan Nasional sebagai pembina seluruh perpustakaan di Indonesia. Hal ini dapat disebabkan karena tidak adanya kepercayaan antar lembaga untuk saling berbagi sumber informasi. Perpustakaan Dijital Perpustakaan ini merupakan pengembangan dari perpustakaan fashionable dan perpustakaan elektronik.

Hal ini agar hasil yang nantinya tampil pada pangkalan information dapat terbaca dengan baik oleh pemustaka. Pengeditan juga dilakukan dengan memberikan water mark tertentu dan safety sebagai tanda bahwa bahan pustaka tersebut milik perpustakaan tertentu dan untuk mendapatkan fulltext gray literature yang diinginkan. Setelah melakukan inventarisasi bahan pustaka, maka pustakawan kemudian melakukan pengolahan sesuai standar perpustakaan, yaitu menentukan nomor klasifikasi, membuat information bibliografi, memasukan data bibliografi lengkap dengan nomor klasifikasi ke dalam pangkalan information pengolahan, menentukan kata kunci, subyek, membuat abstrak dan memasukan knowledge lainnya sesuai dengan format dalam pangkalan data yang telah dibuat. Perpustakaan digital merupakan pengembangan perpustakaan tradisional yang memiliki koleksi dijital dan koleksi tradisional baik dalam bentuk tercetak maupun elektronik the digital.

Jenis perpustakaan ini telah mengubah sebagian atau seluruh bahan pustaka tercetak yang dimilikinya ke dalam bentuk file elektronik. Melakukan alih media gray literature tercetak ke dalam bentuk dijital. Sebelum membuat sebuah Perpustakaan Dijital, maka suatu perpustakaan harus mengumpulkan terlebih dahulu seluruh bahan pustaka yang akan dialihmediakan ke bentuk elektronik dan seluruh bahan pustaka yang telah berbentuk elektronik untuk disesuaikan formatnya agar dapat dibaca dan dimanfaatkan melalui sarana Perpustakaan Dijital . Perkembangan kerjasama perpustakaan dijital pada masa sekarang ini telah menunjukkan hasil yang baik. Semakin banyak forum-forum perpustakaan yang telah terbentuk dan semakin banyaknya homepage perpustakaan yang bermunculan di dunia maya dengan menyediakan fasilitas koleksi dijital.

Categories
Uncategorized

Jual Produk Buku Literature Termurah Dan Terlengkap Agustus 2022

Di perpustakaan dijital bahan pustaka ini dialihmediakan dalam bentuk format dijital agar dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pemustaka. Penelusuran kembali grey literature tidaklah semudah yang diperkirakan pustakawan karena banyak gray literature yang belum diolah dan disimpan dengan benar. Para peneliti dan penulis grey literature masih banyak yang menganggap bahwa biaya penerbitan suatu hasil karya ilmiah sangat mahal sehingga mereka menyebarluaskannya melalui jejaring antar mereka, baik dalam bentuk Desk-top publishing packages atau Adobe® Acrobat Portable Document Files . Dengan demikian maka dapat mengurangi biaya penerbitan dan percetakan, namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu menjaga agar informasi yang ada dalam website online selalu terkini, diindeks dengan baik dan dapat ditelusur. Untuk itu maka diperlukan bantuan pustakawan dan perpustakaan dijital untuk dapat mengolah dan mempublikasikan grey literature yang telah dihasilkan oleh para peneliti, pengambil keputusan dan penulis lainnya agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Menurut Sakaguchi, bentuk dan karakteristik grey literature adalah memiliki format yang tidak standar, penyebarluasan informasi yang dikandungnya tidak konvensional, tidak ada kontrol bibliografi, siklus penggunaanya hanya sebentar .

Jenis gray literature terdiri dari tesis, disertasi, hasil sensus, pangkalan knowledge hasil penelitian, komunikasi casual misal rapat, prosiding dan abstrak penelitian, newletter, laporan penelitian, laporan teknis dan hasil terjemahan. Sebuah perpustakaan tentu saja memiliki banyak jenis koleksi. Salah satu jenis koleksi yang dimiliki perpustakaan adalah grey literature. Istilah grey literature dapat diterjemahkan dalam istilah literatur kelabu, namun dalam makalah ini penulis akan menggunakan istilah grey literature. Hal ini karena istilah “grey” dalam grey literature memiliki banyak hubungan dengan sel abu-abu dalam otak manusia yang berarti memiliki kekayaan intelektual yang tinggi dan siginifikan untuk penelitian dan pengembangan dalam berbagai subyek penelitian .

Disertasi merupakan penulisan ilmiah tingkat tinggi yang biasanya ditulis untuk mendapatkan gelar doktor falsafah (Ph.D). Disertasi berisi fakta berupa penemuan dari penulis itu sendiri berdasarkan metode dan analisis yang dapat dipertahankan kebenarannya. Dapat diartikan sebagai uraian tentang teori, temuan, dan bahan penelitian lainnya yang diperoleh dari bahan acuan untuk dijadikan landasan kegiatan penelitian untuk menyusun kerangka pemikiran yang jelas dari perumusan masalah yang ingin diteliti. Paper yang dipublikasikan dalam jurnal nasional dan internasional baik dari pihak pemerintah, perguruan tinggi maupun swasta.

Hal ini karena pustakawan merupakan pemakai pangkalan knowledge sehingga pangkalan data tersebut diharapkan consumer pleasant dan dapat memaksimalkan pekerjaan pustakawan. Kegiatan utama Mata Kuliah ini adalah membaca dan membahas sejarah perkembangan Amerika sejak koloni pertama hingga abad ke-19. Dalam mata kuliah ini mahasiswa juga dituntut untuk menyajikan penafsiran dan kritik atas gejala-gejala kesusastraan Amerika pra-1865 secara kreatif dan akademik dalam berbagai wahana dari tulisan akademik, laman maya, film, sajian dwimatra, maupun sajian trimatra. Internet merupakan sarana penting dalam menyebarluaskan dan menemukan kembali grey literature tentang bidang tertentu. Perpustakaan Elektronik Perpustakaan Elektronik merupakan sebuah perpustakaan yang memiliki koleksi berupa bahan pustaka elektronik dan bahan pustaka yang memerlukan perangkat elektronik untuk menggunakannya, misal kaset video. “Ideology In Children’s Literature, Re-Reading The Giving Tree” materi yang disampaikan oleh Prof. Laura Apol dari Michigan State University, Amerika didampingi oleh Miss Isabella sebagai translator sekaligus penyelaras budaya, bertempat di Ruang Pertemuan Gedung Sugeng Mardiyono Pascasarjana UNY. Pada kegiatan ini, Wadir II Pascasarjana, Dr. Dra Widyastuti Purbani, M.A selaku moderator yang memandu kegiatan.

Permasalahan yang diangkat harus ditulis dengan lengkap dan tepat. Mengintegrasikan dan menyimpulkan hal-hal yang diketahui dalam space penelitian tersebut. Adapun urutan pemenang sebagai berikut, Juara I dan II dari FKG Universitas Airlangga, serta Juara 3 dari USK. Sedangkan untuk cabang lomba Dental Quiz, tim FKG USK yang diwakili oleh Fitrihanna, Raihan Khaira Syakila, dan Zelinda Alrahmi Talsa berhasil masuk sampai babak semifinal.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa program studi S2 dan S3 Pendidikan Dasar Universitas Negeri Yogyakarta serta mahasiswa S1 Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Negeri Yogyakarta. Sumber-sumber penelitian tersebut akan sangat membantu bila didukung dengan pengetahuan tentang topik yang akan dikaji. Karena sumber-sumber tersebut akan memberikan berbagai macam gambaran tentang ringkasan dari beberapa penelitian terdahulu. Perpustakaan Tradisional Perpustakaan tradisional merupakan perpustakaan yang mengolah bahan pustaka dan memberikan layanan terbatas. Bahan pustaka hanya dicatat dan disimpan dalam rak tanpa dibuatkan katalog. Pelayanan perpustakaan ini hanya sebatas mencatat peminjaman dan pengembalian bahan pustaka.

Sebuah perpustakaan tentu saja memiliki visi dan misi tertentu dalam melakukan seluruh kegiatan dan bahan pustaka yang dimilikinya. Istilah Perpustakaan Dijital sendiri memiliki arti yang luas dalam pengelolaan koleksi suatu perpustakaan. Proses yang dilalui tidak hanya mengubah bentuk koleksi tercetak ke dalam bentuk elektronik tetapi juga penggunaan software-software yang banyak ditawarkan untuk memanfaatkan secara maksimal hasil pengalihmediaan koleksi tersebut untuk pelayanan kepada masyarakat luas. Seluruh proses kegiatan tersebut saling berhubungan dalam pengembangan sebuah Perpustakaan Dijital. Grey literature yang telah didata pada pangkalan data pengolahan kemudian dialihmediakan ke dalam format dijital. Untuk bahan pustaka yang berbentuk tercetak dapat dilakukan dengan melakukan scanning dan menyimpannya sesuai format yang telah ditetapkan.

Categories
Uncategorized

Tim Fkg Usk Juara Iii Literature Review Competition Universitas Syiah Kuala

Sebuah perpustakaan tentu saja memiliki visi dan misi tertentu dalam melakukan seluruh kegiatan dan bahan pustaka yang dimilikinya. Istilah Perpustakaan Dijital sendiri memiliki arti yang luas dalam pengelolaan koleksi suatu perpustakaan. Proses yang dilalui tidak hanya mengubah bentuk koleksi tercetak ke dalam bentuk elektronik tetapi juga penggunaan software-software yang banyak ditawarkan untuk memanfaatkan secara maksimal hasil pengalihmediaan koleksi tersebut untuk pelayanan kepada masyarakat luas. Seluruh proses kegiatan tersebut saling berhubungan dalam pengembangan sebuah Perpustakaan Dijital. Grey literature yang telah didata pada pangkalan data pengolahan kemudian dialihmediakan ke dalam format dijital. Untuk bahan pustaka yang berbentuk tercetak dapat dilakukan dengan melakukan scanning dan menyimpannya sesuai format yang telah ditetapkan.

Para pemustaka dari berbagai tempat dapat mengambil informasi yang diperlukan tanpa harus datang ke perpustakaan. Biasanya pemustaka diwajibkan mendaftar terlebih dahulu ke perpustakaan yang akan diambil knowledge elektroniknya. Hal ini bermanfaat bagi perpustakaan untuk membuat statistik pemanfaatan bahan pustaka dan menyeleksi bahan pustaka mana yang dapat diakses secara bebas dan bahan pustaka apa saja yang bersifat tertutup bagi masyarakat luas atau rahasia organisasi. Pustakawan dapat melakukan uji coba penelusuran kembali grey literature yang telah lengkap teks dan information bibliografinya melalui katalog perpustakaan. Kegiatan ini untuk melakukan evaluasi penelusuran dan hasil penelusuran yang dapat diakses oleh pemustaka. Pengumpulan dan pendataan grey literature yang terdapat di sebuah negara dapat dilakukan dengan membentuk simpul jejaring nasional.

Jenis gray literature terdiri dari tesis, disertasi, hasil sensus, pangkalan knowledge hasil penelitian, komunikasi informal misal rapat, prosiding dan abstrak penelitian, newletter, laporan penelitian, laporan teknis dan hasil terjemahan. Sebuah perpustakaan tentu saja memiliki banyak jenis koleksi. Salah satu jenis koleksi yang dimiliki perpustakaan adalah gray literature. Istilah gray literature dapat diterjemahkan dalam istilah literatur kelabu, namun dalam makalah ini penulis akan menggunakan istilah gray literature. Hal ini karena istilah “grey” dalam grey literature memiliki banyak hubungan dengan sel abu-abu dalam otak manusia yang berarti memiliki kekayaan intelektual yang tinggi dan siginifikan untuk penelitian dan pengembangan dalam berbagai subyek penelitian .

Di perpustakaan dijital bahan pustaka ini dialihmediakan dalam bentuk format dijital agar dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pemustaka. Penelusuran kembali gray literature tidaklah semudah yang diperkirakan pustakawan karena banyak gray literature yang belum diolah dan disimpan dengan benar. Para peneliti dan penulis grey literature masih banyak yang menganggap bahwa biaya penerbitan suatu hasil karya ilmiah sangat mahal sehingga mereka menyebarluaskannya melalui jejaring antar mereka, baik dalam bentuk Desk-top publishing packages atau Adobe® Acrobat Portable Document Files . Dengan demikian maka dapat mengurangi biaya penerbitan dan percetakan, namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu menjaga agar informasi yang ada dalam website selalu terkini, diindeks dengan baik dan dapat ditelusur. Untuk itu maka diperlukan bantuan pustakawan dan perpustakaan dijital untuk dapat mengolah dan mempublikasikan gray literature yang telah dihasilkan oleh para peneliti, pengambil keputusan dan penulis lainnya agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Menurut Sakaguchi, bentuk dan karakteristik gray literature adalah memiliki format yang tidak standar, penyebarluasan informasi yang dikandungnya tidak konvensional, tidak ada kontrol bibliografi, siklus penggunaanya hanya sebentar .

Jenis perpustakaan ini telah mengubah sebagian atau seluruh bahan pustaka tercetak yang dimilikinya ke dalam bentuk file elektronik. Melakukan alih media grey literature tercetak ke dalam bentuk dijital. Sebelum membuat sebuah Perpustakaan Dijital, maka suatu perpustakaan harus mengumpulkan terlebih dahulu seluruh bahan pustaka yang akan dialihmediakan ke bentuk elektronik dan seluruh bahan pustaka yang telah berbentuk elektronik untuk disesuaikan formatnya agar dapat dibaca dan dimanfaatkan melalui sarana Perpustakaan Dijital . Perkembangan kerjasama perpustakaan dijital pada masa sekarang ini telah menunjukkan hasil yang baik. Semakin banyak forum-forum perpustakaan yang telah terbentuk dan semakin banyaknya homepage perpustakaan yang bermunculan di dunia maya dengan menyediakan fasilitas koleksi dijital.

Permasalahan yang diangkat harus ditulis dengan lengkap dan tepat. Mengintegrasikan dan menyimpulkan hal-hal yang diketahui dalam space penelitian tersebut. Adapun urutan pemenang sebagai berikut, Juara I dan II dari FKG Universitas Airlangga, serta Juara 3 dari USK. Sedangkan untuk cabang lomba Dental Quiz, tim FKG USK yang diwakili oleh Fitrihanna, Raihan Khaira Syakila, dan Zelinda Alrahmi Talsa berhasil masuk sampai babak semifinal.

Untuk negara Indonesia, hal ini dapat dilakukan antara perpustakaan-perpustakaan yang ada di bawah koordinasi Perpustakaan Nasional sebagai pembina seluruh perpustakaan di Indonesia. Hal ini dapat disebabkan karena tidak adanya kepercayaan antar lembaga untuk saling berbagi sumber informasi. Perpustakaan Dijital Perpustakaan ini merupakan pengembangan dari perpustakaan trendy dan perpustakaan elektronik.

Disertasi merupakan penulisan ilmiah tingkat tinggi yang biasanya ditulis untuk mendapatkan gelar doktor falsafah (Ph.D). Disertasi berisi fakta berupa penemuan dari penulis itu sendiri berdasarkan metode dan analisis yang dapat dipertahankan kebenarannya. Dapat diartikan sebagai uraian tentang teori, temuan, dan bahan penelitian lainnya yang diperoleh dari bahan acuan untuk dijadikan landasan kegiatan penelitian untuk menyusun kerangka pemikiran yang jelas dari perumusan masalah yang ingin diteliti. Paper yang dipublikasikan dalam jurnal nasional dan internasional baik dari pihak pemerintah, perguruan tinggi maupun swasta.

Hal ini karena pustakawan merupakan pemakai pangkalan data sehingga pangkalan knowledge tersebut diharapkan user friendly dan dapat memaksimalkan pekerjaan pustakawan. Kegiatan utama Mata Kuliah ini adalah membaca dan membahas sejarah perkembangan Amerika sejak koloni pertama hingga abad ke-19. Dalam mata kuliah ini mahasiswa juga dituntut untuk menyajikan penafsiran dan kritik atas gejala-gejala kesusastraan Amerika pra-1865 secara kreatif dan akademik dalam berbagai wahana dari tulisan akademik, laman maya, movie, sajian dwimatra, maupun sajian trimatra. Internet merupakan sarana penting dalam menyebarluaskan dan menemukan kembali grey literature tentang bidang tertentu. Perpustakaan Elektronik Perpustakaan Elektronik merupakan sebuah perpustakaan yang memiliki koleksi berupa bahan pustaka elektronik dan bahan pustaka yang memerlukan perangkat elektronik untuk menggunakannya, misal kaset video. “Ideology In Children’s Literature, Re-Reading The Giving Tree” materi yang disampaikan oleh Prof. Laura Apol dari Michigan State University, Amerika didampingi oleh Miss Isabella sebagai translator sekaligus penyelaras budaya, bertempat di Ruang Pertemuan Gedung Sugeng Mardiyono Pascasarjana UNY. Pada kegiatan ini, Wadir II Pascasarjana, Dr. Dra Widyastuti Purbani, M.A selaku moderator yang memandu kegiatan.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa program studi S2 dan S3 Pendidikan Dasar Universitas Negeri Yogyakarta serta mahasiswa S1 Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Negeri Yogyakarta. Sumber-sumber penelitian tersebut akan sangat membantu bila didukung dengan pengetahuan tentang topik yang akan dikaji. Karena sumber-sumber tersebut akan memberikan berbagai macam gambaran tentang ringkasan dari beberapa penelitian terdahulu. Perpustakaan Tradisional Perpustakaan tradisional merupakan perpustakaan yang mengolah bahan pustaka dan memberikan layanan terbatas. Bahan pustaka hanya dicatat dan disimpan dalam rak tanpa dibuatkan katalog. Pelayanan perpustakaan ini hanya sebatas mencatat peminjaman dan pengembalian bahan pustaka.

Categories
Uncategorized

Fiction & Literature

Sebuah perpustakaan tentu saja memiliki visi dan misi tertentu dalam melakukan seluruh kegiatan dan bahan pustaka yang dimilikinya. Istilah Perpustakaan Dijital sendiri memiliki arti yang luas dalam pengelolaan koleksi suatu perpustakaan. Proses yang dilalui tidak hanya mengubah bentuk koleksi tercetak ke dalam bentuk elektronik tetapi juga penggunaan software-software yang banyak ditawarkan untuk memanfaatkan secara maksimal hasil pengalihmediaan koleksi tersebut untuk pelayanan kepada masyarakat luas. Seluruh proses kegiatan tersebut saling berhubungan dalam pengembangan sebuah Perpustakaan Dijital. Grey literature yang telah didata pada pangkalan information pengolahan kemudian dialihmediakan ke dalam format dijital. Untuk bahan pustaka yang berbentuk tercetak dapat dilakukan dengan melakukan scanning dan menyimpannya sesuai format yang telah ditetapkan.

Menunjukkan bahwa penulis memahami space penelitian dan mengetahui isu-isu utama penelitian, serta bahwa peneliti memiliki kompetensi, kemampuan, dan latar belakang yang pas dengan penelitiannya. Sekali lagi, kita mereview literatur untuk mengetahui bagaimana penelitian kita memberi kontribusi keilmuan nantinya. Literature Review merupakan analisa kritis dari penelitian yang sedang dilakukan terhadap topik khusus atau berupa pertanyaan terhadap suatu bagian dari keilmuan. Literature review yang baik haruslah bersifat relevan, mutakhir , dan memadai.

Kegiatan Jelajah Literatur yang diselenggarakan di Perpustakaan Proklamator Bung Karno juga dinilai tepat. Karena peserta yang berhasil mengikuti ultimate dapat membaca buku karya Bung Karno sehingga bisa menjadi spirit generasi milenial untuk menggaungkan nilai-nilai kepahlawanan. Wakil Walikota, sekaligus Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Blitar, Tjutjuk Sunario mengatakan bahwa jelajah litelatur ini penting bagi generasi milenial. Sebab kegiatan tersebut dapat meningkatkan pengetahuan umum dan membentuk generasi milenial yang berwawasan luas.

Hal ini agar hasil yang nantinya tampil pada pangkalan knowledge dapat terbaca dengan baik oleh pemustaka. Pengeditan juga dilakukan dengan memberikan water mark tertentu dan security sebagai tanda bahwa bahan pustaka tersebut milik perpustakaan tertentu dan untuk mendapatkan fulltext gray literature yang diinginkan. Setelah melakukan inventarisasi bahan pustaka, maka pustakawan kemudian melakukan pengolahan sesuai standar perpustakaan, yaitu menentukan nomor klasifikasi, membuat data bibliografi, memasukan data bibliografi lengkap dengan nomor klasifikasi ke dalam pangkalan knowledge pengolahan, menentukan kata kunci, subyek, membuat abstrak dan memasukan data lainnya sesuai dengan format dalam pangkalan information yang telah dibuat. Perpustakaan digital merupakan pengembangan perpustakaan tradisional yang memiliki koleksi dijital dan koleksi tradisional baik dalam bentuk tercetak maupun elektronik the digital.

Bila kita mencermati maka kita akan menemukan bahwa banyak sekali gray literature yang dihasilkan oleh lembaga-lembaga pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat dan organisasi bisnis yang tidak tersimpan dan terolah dengan baik seakan-akan grey literature tersebut bukan merupakan kekayaan intelektual yang penting untuk kelanjutan kegiatan lembaga tersebut dan kegiatan masyarakat luas. Layanan seleksi biasanya diberikan sesuai dengan permintaan penelusuran mengenai suatu bidang atau subyek penelitian tertentu yang dibutuhkan pemustaka sehubungan dengan gray literature yang dimiliki perpustakaan. Grey Literature yang dihasilkan oleh suatu lembaga pemerintah, organisasi profesional, pusat-pusat penelitian, universitas, lembaga masyarakat, kelompok khusus dan asosiasi serta perkumpulan masyarakat yang memiliki tujuan untuk menyebarluaskan informasi terbaru kepada masyarakat luas. Hasil dari scanning gray literature yang belum bersih dan rapi memerlukan tahap pengeditan.

Menyiapkan pangkalan knowledge sesuai standar perpustakaan dijital. Dengan memanfaatkan gray literature maka para peneliti akan dapat menemukan kesimpulan- kesimpulan penelitian ilmiah, fakta-fakta ilmiah, statistik, dan data-data lain mengenai penelitian ilmiah yang diperlukan. Melalui mata kuliah ini diharapkan pembaca, khususnya mahasiswa S1 Pendidikan Bahasa Inggris memiliki kemampuan menyimak pada stage intermediate. Tugas antara lain menetapkan kebijakan nasional, kebijakan umum, dan kebijakan teknis pengelolaan perpustakaan, serta membina kerja sama dalam pengelolaan berbagai jenis perpustakaan, dan bertanggungjawab mengembangkan koleksi nasional yang memfasilitasi terwujudnya masyarakat pembelajar sepanjang hayat dan untuk melestarikan hasil budaya bangsa (Undang-Undang. Republik Indonesia Nomor forty three tahun 2007, pasal21). Evaluasi juga dilakukan pada pangkalan knowledge oleh pustakawan dan tim IT.

Perpustakaan dijital yang melakukan publikasi hasil penelitian ilmiahnya membuat pemustaka dapat menemukan informasi tersebut secara cepat, tepat dan akurat serta lengkap dengan teks yang dapat dibaca oleh pemustaka. Kemudahan dan kecepatan tersebut membuktikan bahwa perpustakaan dapat menjadi tempat pencarian informasi nomor satu di dunia. Masyarakat umum dan pemustaka khususnya menemui kesulitan mendapatkan kembali grey literature yang telah diterbitkan. Hal ini tentu saja tidak mendukung Undang-undang RI nomor 14 tahun 2007 mengenai Keterbukaan Informasi Publik, Undang-undang RI Nomor four tahun 1990 tentang serah terima karya cetak dan karya rekam dan Keputusan Kementrian Riset dan Teknologi Nomor.forty four /M/Kp/III/2000 tentang Penyampaian Literature Kelabu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Layanan ini dilakukan melalui sarana penelusuran online yang disediakan perpustakaan.

Categories
Uncategorized

Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!