Categories
Uncategorized

Tim Fkg Usk Juara Iii Literature Review Competition Universitas Syiah Kuala

Sebuah perpustakaan tentu saja memiliki visi dan misi tertentu dalam melakukan seluruh kegiatan dan bahan pustaka yang dimilikinya. Istilah Perpustakaan Dijital sendiri memiliki arti yang luas dalam pengelolaan koleksi suatu perpustakaan. Proses yang dilalui tidak hanya mengubah bentuk koleksi tercetak ke dalam bentuk elektronik tetapi juga penggunaan software-software yang banyak ditawarkan untuk memanfaatkan secara maksimal hasil pengalihmediaan koleksi tersebut untuk pelayanan kepada masyarakat luas. Seluruh proses kegiatan tersebut saling berhubungan dalam pengembangan sebuah Perpustakaan Dijital. Grey literature yang telah didata pada pangkalan data pengolahan kemudian dialihmediakan ke dalam format dijital. Untuk bahan pustaka yang berbentuk tercetak dapat dilakukan dengan melakukan scanning dan menyimpannya sesuai format yang telah ditetapkan.

Para pemustaka dari berbagai tempat dapat mengambil informasi yang diperlukan tanpa harus datang ke perpustakaan. Biasanya pemustaka diwajibkan mendaftar terlebih dahulu ke perpustakaan yang akan diambil knowledge elektroniknya. Hal ini bermanfaat bagi perpustakaan untuk membuat statistik pemanfaatan bahan pustaka dan menyeleksi bahan pustaka mana yang dapat diakses secara bebas dan bahan pustaka apa saja yang bersifat tertutup bagi masyarakat luas atau rahasia organisasi. Pustakawan dapat melakukan uji coba penelusuran kembali grey literature yang telah lengkap teks dan information bibliografinya melalui katalog perpustakaan. Kegiatan ini untuk melakukan evaluasi penelusuran dan hasil penelusuran yang dapat diakses oleh pemustaka. Pengumpulan dan pendataan grey literature yang terdapat di sebuah negara dapat dilakukan dengan membentuk simpul jejaring nasional.

Jenis gray literature terdiri dari tesis, disertasi, hasil sensus, pangkalan knowledge hasil penelitian, komunikasi informal misal rapat, prosiding dan abstrak penelitian, newletter, laporan penelitian, laporan teknis dan hasil terjemahan. Sebuah perpustakaan tentu saja memiliki banyak jenis koleksi. Salah satu jenis koleksi yang dimiliki perpustakaan adalah gray literature. Istilah gray literature dapat diterjemahkan dalam istilah literatur kelabu, namun dalam makalah ini penulis akan menggunakan istilah gray literature. Hal ini karena istilah “grey” dalam grey literature memiliki banyak hubungan dengan sel abu-abu dalam otak manusia yang berarti memiliki kekayaan intelektual yang tinggi dan siginifikan untuk penelitian dan pengembangan dalam berbagai subyek penelitian .

Di perpustakaan dijital bahan pustaka ini dialihmediakan dalam bentuk format dijital agar dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pemustaka. Penelusuran kembali gray literature tidaklah semudah yang diperkirakan pustakawan karena banyak gray literature yang belum diolah dan disimpan dengan benar. Para peneliti dan penulis grey literature masih banyak yang menganggap bahwa biaya penerbitan suatu hasil karya ilmiah sangat mahal sehingga mereka menyebarluaskannya melalui jejaring antar mereka, baik dalam bentuk Desk-top publishing packages atau Adobe® Acrobat Portable Document Files . Dengan demikian maka dapat mengurangi biaya penerbitan dan percetakan, namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu menjaga agar informasi yang ada dalam website selalu terkini, diindeks dengan baik dan dapat ditelusur. Untuk itu maka diperlukan bantuan pustakawan dan perpustakaan dijital untuk dapat mengolah dan mempublikasikan gray literature yang telah dihasilkan oleh para peneliti, pengambil keputusan dan penulis lainnya agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Menurut Sakaguchi, bentuk dan karakteristik gray literature adalah memiliki format yang tidak standar, penyebarluasan informasi yang dikandungnya tidak konvensional, tidak ada kontrol bibliografi, siklus penggunaanya hanya sebentar .

Jenis perpustakaan ini telah mengubah sebagian atau seluruh bahan pustaka tercetak yang dimilikinya ke dalam bentuk file elektronik. Melakukan alih media grey literature tercetak ke dalam bentuk dijital. Sebelum membuat sebuah Perpustakaan Dijital, maka suatu perpustakaan harus mengumpulkan terlebih dahulu seluruh bahan pustaka yang akan dialihmediakan ke bentuk elektronik dan seluruh bahan pustaka yang telah berbentuk elektronik untuk disesuaikan formatnya agar dapat dibaca dan dimanfaatkan melalui sarana Perpustakaan Dijital . Perkembangan kerjasama perpustakaan dijital pada masa sekarang ini telah menunjukkan hasil yang baik. Semakin banyak forum-forum perpustakaan yang telah terbentuk dan semakin banyaknya homepage perpustakaan yang bermunculan di dunia maya dengan menyediakan fasilitas koleksi dijital.

Permasalahan yang diangkat harus ditulis dengan lengkap dan tepat. Mengintegrasikan dan menyimpulkan hal-hal yang diketahui dalam space penelitian tersebut. Adapun urutan pemenang sebagai berikut, Juara I dan II dari FKG Universitas Airlangga, serta Juara 3 dari USK. Sedangkan untuk cabang lomba Dental Quiz, tim FKG USK yang diwakili oleh Fitrihanna, Raihan Khaira Syakila, dan Zelinda Alrahmi Talsa berhasil masuk sampai babak semifinal.

Untuk negara Indonesia, hal ini dapat dilakukan antara perpustakaan-perpustakaan yang ada di bawah koordinasi Perpustakaan Nasional sebagai pembina seluruh perpustakaan di Indonesia. Hal ini dapat disebabkan karena tidak adanya kepercayaan antar lembaga untuk saling berbagi sumber informasi. Perpustakaan Dijital Perpustakaan ini merupakan pengembangan dari perpustakaan trendy dan perpustakaan elektronik.

Disertasi merupakan penulisan ilmiah tingkat tinggi yang biasanya ditulis untuk mendapatkan gelar doktor falsafah (Ph.D). Disertasi berisi fakta berupa penemuan dari penulis itu sendiri berdasarkan metode dan analisis yang dapat dipertahankan kebenarannya. Dapat diartikan sebagai uraian tentang teori, temuan, dan bahan penelitian lainnya yang diperoleh dari bahan acuan untuk dijadikan landasan kegiatan penelitian untuk menyusun kerangka pemikiran yang jelas dari perumusan masalah yang ingin diteliti. Paper yang dipublikasikan dalam jurnal nasional dan internasional baik dari pihak pemerintah, perguruan tinggi maupun swasta.

Hal ini karena pustakawan merupakan pemakai pangkalan data sehingga pangkalan knowledge tersebut diharapkan user friendly dan dapat memaksimalkan pekerjaan pustakawan. Kegiatan utama Mata Kuliah ini adalah membaca dan membahas sejarah perkembangan Amerika sejak koloni pertama hingga abad ke-19. Dalam mata kuliah ini mahasiswa juga dituntut untuk menyajikan penafsiran dan kritik atas gejala-gejala kesusastraan Amerika pra-1865 secara kreatif dan akademik dalam berbagai wahana dari tulisan akademik, laman maya, movie, sajian dwimatra, maupun sajian trimatra. Internet merupakan sarana penting dalam menyebarluaskan dan menemukan kembali grey literature tentang bidang tertentu. Perpustakaan Elektronik Perpustakaan Elektronik merupakan sebuah perpustakaan yang memiliki koleksi berupa bahan pustaka elektronik dan bahan pustaka yang memerlukan perangkat elektronik untuk menggunakannya, misal kaset video. “Ideology In Children’s Literature, Re-Reading The Giving Tree” materi yang disampaikan oleh Prof. Laura Apol dari Michigan State University, Amerika didampingi oleh Miss Isabella sebagai translator sekaligus penyelaras budaya, bertempat di Ruang Pertemuan Gedung Sugeng Mardiyono Pascasarjana UNY. Pada kegiatan ini, Wadir II Pascasarjana, Dr. Dra Widyastuti Purbani, M.A selaku moderator yang memandu kegiatan.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa program studi S2 dan S3 Pendidikan Dasar Universitas Negeri Yogyakarta serta mahasiswa S1 Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Negeri Yogyakarta. Sumber-sumber penelitian tersebut akan sangat membantu bila didukung dengan pengetahuan tentang topik yang akan dikaji. Karena sumber-sumber tersebut akan memberikan berbagai macam gambaran tentang ringkasan dari beberapa penelitian terdahulu. Perpustakaan Tradisional Perpustakaan tradisional merupakan perpustakaan yang mengolah bahan pustaka dan memberikan layanan terbatas. Bahan pustaka hanya dicatat dan disimpan dalam rak tanpa dibuatkan katalog. Pelayanan perpustakaan ini hanya sebatas mencatat peminjaman dan pengembalian bahan pustaka.